Festival Jajanan Lokal : “Cintai Jajanan Lokal, Lestarikan Budaya Maluku”

Tim Kreatif
Tim Kreatif
127 Views

Pada hari Jum’at, 17 Desember 2021, Festival Jajanan Lokal yang diadakan oleh Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Maluku diadakan di halaman gedung Islamic Center. Acara dimulai di pagi hari dengan senam sehat bersama, kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia yang dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata Maluku yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas. Setelah memberikan sambutan, pengunjung dan partisipan dipersilahkan untuk menikmati jajanan pasar di gerai-gerai makanan yang sudah disediakan di sekitar area acara.

Jajanan khas lokal Maluku seperti nasi pulut, berbagai kuliner olahan sagu, hingga UMKM berkembang seperti kopi khas Maluku dengan branding Karibo Coffee nya. Selain diselingi berbagai acara hiburan seperti musik oleh Papala band, dan tarian Gaba-gaba yang dibawakan oleh Sanggar Tari Rumah Kita Hila, ada pula sesi talkshow dengan host Stefie Pangajauw. Sesi talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Maluku, Bapak Han Soumena, kemudian Olivia Soselisa, yang merupakan mantan Putri Kopi dan Syaiful Etlegar, seorang pengusaha muda yang sekaligus merupakan pemilik dari Karibo Coffee.

Dalam sesi ini, Kabid Ekraf menyampaikan bahwa inovasi merupakan hal utama yang harus dilakukan di era seperti sekarang ini. Intinya kreatifitas harus diberikan ruang untuk berkembang. Seperti contohnya UMKM-UMKM yang berpartisipasi dalam acara ini. Dinas Pariwisata Maluku selalu terbuka dan siap berkolaborasi dengan siapapun yang ingin berkreasi. Setali tiga uang, hal ini pun diamini oleh Olivia yang menyebutkan bahwa Orang Maluku sebenarnya sangat banyak yang kreatif. Sewaktu dari awal pandemi hingga sekarang sangat banyak usaha-usaha kuliner maupun yang lainnya yang bermunculan. Jadi, ini sudah memperlihatkan betapa kreatifnya orang Maluku. Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah konsistensi dalam berkarya dan rajin. Kemudian, aspek lain yang perlu diberi perhatian khusus adalah budaya orang Maluku. Syaiful Etlegar menyebutkan bahwa Maluku telah lama mempunyai jajanan lokal namun memang perkembangan zaman telah menyebabkan budaya orang Maluku sedikit bergeser ke hal-hal yang instan.

Oleh karena itu, kita tidak bisa membiarkan pengikisan nilai-nilai budaya ini tergerus. Karena melestarikan budaya lokal jelas menjadi hal yang penting untuk kita orang Maluku. Acara kemudian dilanjutkan pada malam hari dengan pengisi acara Papala Band, Witz Band, dan Tarian Gaba-gaba dari sanggar Rumah Kita Hila. Rangkaian acara hiburan ini sekaligus menutup rangkaian Festival Jajanan Kuliner 2021.

Penulis : MAK
Foto : PP / MFJ / MDL

Berita

Comments

    No comments