Gubernur Murad Ismail Menghadiri Pengukuhan Raja Negri Seith

Tim Kreatif
Tim Kreatif
13 Views

Hari ini, Rabu, 12 Januari 2022, bertempat didepan Baileo depan Masjid Tua Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Rivi Ramli Nukuhehe dikukuhkan sebagai Raja Negeri Seith yang baru menggantikan raja sebelumnya (Alm). Mahfud Nukuhehe, oleh Tatua Adat Wais Nukuhaly melalui pemasangan Mahkota Raja. Saat pengukuhan, Rivi didampingi Raja Negeri Lima M. Ghozali Soulissa, Raja Negeri Kaitetu Muhammad Armin Lumaela dan Kapitan Negeri Seith Sukran Lalihun. Pengukuhan tersebut disaksikan oleh Upu Latu yang juga Gubernur Maluku Murad Ismail, istri Gubernur yang juga Ina Latu Maluku Widya Pratiwi Murad, Bupati Kabupaten Maluku Tengah Abua Tuasikal, Rektor UNPATTI Ambon M.J. Saptenno dan pejabat lingkup provinsi dan kabupaten setempat.

Di awal acara pengukuhan, Gubernur disambut oleh Tarian Cakalele dan Tarian Selamat Datang dari siswa-siswi SMA Negeri 27 Maluku Tengah di Jembatan Wai Mahina Negeri Seith. Dalam pidatonya, Gubernur menyampaikan selamat atas proses pengukuhan adat Raja Negeri Seith. Ritual adat tersebut merupakan momen bersejarah untuk anak negeri karena memiliki pesan dan makna simbolik sebagai perwujudan untuk menjaga dan memantapkan keberlangsungan nilai budaya dan kearifan lokal yang telah digagas para leluhur. Pada kesempatan ini, Gubernur menyampaikan bahwa pengukuhan adat hari ini bukan saja sebagai sebuah acara seremonial tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moril untuk melestarikan dan mewariskan nilai kepemimpinan yang amanah, tanggung jawab dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Hal ini dikarenakan memiliki fungsi utama yang akan membentuk karakter identitas kultural dan peradaban yang dapat memperkuat harmoni dan persaudaraan, dalam masyarakat bahkan bisa menjadi modal sosial dalam pembangunan bangsa dan negara terutama Maluku. Kemudian, beliau melanjutkan bahwa di era globalisasi ini mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi negeri (kampung-kampung) yang letaknya jauh dari kota. Dampak positifnya yaitu keterbukaan atas kecepatan informasi dan modernisasi, sedangkan dampak negatifnya yaitu adanya kecenderungan masyarakat yang bersifat materialistis dan individualistis yang mana bertentangan dengan nilai-nilai hidup orang basudara sebagai bagian dari kekayaan budaya di Maluku.

Pemprov Maluku berkomitmen meningkatkan pembangunan negeri-negeri adat di Maluku seperti mendorong alokasi anggaran dana desa sehingga dapat mempercepat pembangunan di desa dan negeri-negeri di Maluku. Semua ini bermuara pada visi pemerintah provinsi Maluku yaitu Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan. Selain Gubernur Maluku, Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Abua Tuasikal yang hadir dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa peran penting masyarakat sebagai komponen penting dalam menentukan kemajuan pembangunan di segala aspeknya.

 

Penulis : MAK & MFJ
Foto : PP

Berita

Comments

    No comments