Tim Kreatif
Tim Kreatif
8 Views

Mandi Safar merupakan tradisi turun temurun masyarakat Muslim yang ada Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Mandi Safar atau warga setempat menyebutnya Husafara dilaksanakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar yang jatuh pada 21 September 2022. Tradisi Husafara ini merupakan tradisi untuk meminta kepada Allah SWT agar terhindar dari bahaya, penyakit dan menyucikan diri dari segala dosa. Menurut Raja Negeri Hitu Lama, Salhana Pelu, S.Sos, tradisi Husafara atau mandi safar merupakan refleksi atas sebuah peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW beserta umatnya.

Pada saat itu Nabi Muhammad mendapatkan cobaan atau bala dari Allah SWT berupa wabah hingga kemudian sang baginda Nabi mampu keluar dari ujian tersebut. Ujian itu terjadi di bulan safar dalam kalender Islam. Kita yakin, dengan membersihkan diri di bulan safar, bisa mendatangkan berkah dan masyarakat serta negeri ini akan terhindar dari bencana. Husafara ini merupakan ritual yang telah berlangsung sejak lama dan menjadi budaya turun temurun. Husafara itu sendiri dilakukan tepat di hari Rabu minggu terakhir di bulan Safar. Prosesi Husafara di negeri Hitu ini juga dilakukan pembagian makanan Lemet secara gratis kepada masyarakat yang datang dalam mandi safar ini dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh sejumlah tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat.

 

Penulis : HER
Foto : PP

 

Berita Informasi

Comments

    No comments