Pembahasan Investasi Ekomaritim dan Pariwisata Antara Dubes Seychelles Dengan Gubernur Maluku

Tim Kreatif
Tim Kreatif
76 Views

Bertempat di Kantor Perwakilan Seychelles, Jakarta, Kamis, 13 Januari 2022, Gubernur Maluku yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku menghadiri undangan makan malam oleh Utusan Khusus Kepulauan Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito. Dalam acara yang digelar terbatas ini, turut hadir pula Menteri Urusan Luar Negeri dan Pariwisata Kepulauan Seychelles, Sylvestre Radegonde, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Ketua DPD-RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, Kepala Badan Narkotika Indonesia, Sulistyo Pudjo Hartono, Kepala Badan Penanggulangan Teroris, Boy Rafli Anwar, Kepala Badan Sandi Negara, Hinsa Siburian, serta Kepala BKKBN, Rizal Damanik. Pertemuan ini dimaksudkan guna memantapkan rencana investasi ekomaritim berbasis pariwisata Seychelles di provinsi Maluku.

Menurut Nico Barito yang sempat berkunjung ke Maluku di tahun lalu, Maluku mempunyai potensi yang sangat besar dalam konteks ekomaritim berbasis pariwisata. Hal yang perlu dilakukan yakni mengembangkan konsep di atas dengan terstruktur dan tersentral, dengan demikian akan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat. Selain itu, Pemerintah Seychelles pun akan mengundang Gubernur Maluku ke Seychelles untuk melihat perkembangan dan pengelolaan pariwisata disana. Beliau melanjutkan bahwa pariwisata Seychelles dulu kurang berkembang dikarenakan pola pikir masyarakatnya yang belum terlalu terbuka. Namun ketika mindset ini telah berhasil diubah, maka akan terasa perkembangannya. Selain itu, infrastruktur berbasis kemasyarakatan seperti home stay dan sejenisnya juga dapat dikembangkan. Tentunya harus ada regulasi yang ketat dari Pemerintah Provinsi Maluku, agar iklim pariwisata dapat tumbuh berkembang dan maju.

Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail, merespon positif rencana Pemerintah Syechelles untuk berinvestasi di Maluku di bidang pariwisata dan juga ekomaritim. Menurut beliau, Maluku memiliki banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dan dimaksimalkan, sehingga rencana investasi dari Syechelles ke Maluku diharapkan akan membantu pengembangan pariwisata di Maluku. Terlebih, saat ini Pemerintah Indonesia menetapkan Maluku sebagai fish market dengan ditetapkannya Lumbung Ikan Nasional (LIN). Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan Ambon New Port di tahun ini yang direncanakan tuntas di tahun 2023 nanti untuk menunjang Maluku sebagai LIN. Pada kesempatan itu, Gubernur Maluku juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian pemerintah Syechelles kepada Maluku, dan siap untuk bekerjasama.

 

Penulis : MAK
Foto : AN

Berita

Comments

    No comments