Tim Kreatif
Tim Kreatif
24 Views

Tarian adat Ambareas berasal dari pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh pemuda dan Tetua adat setempat dengan melumuri seluruh badannya dengan arang dan menghiasi kepala, pinggang, dan pergelangan kaki menggunakan rumput laut. Biasanya tarian Ambreas ditampilkan dalam dua baris, dengan 8 penari pada setiap barisnya. Di barisan paling depan, hadir Tetua adat sebagai pemimpinnya yang menari sambil menabuh tifa, dan sekaligus bersenandung menggunakan bahasa daerah. Kita juga dapat mendengar bunyi tahuri yang ditiup oleh penarinya. Para penari yang lainnya menari dengan menggunakan senjata perang seperti tombak dan parang. Tarian ini biasanya dapat disaksikan pada acara-acara adat, dan festival budaya seperti Festival Kataloka.

Ambareas Dance is originally from Gorom, East Seram Regency. This dance is performed by young people and the chief of the tribe. They smear charcoal all over their bodies and wearing accessories on their head, waist and legs made from seaweed. The formation is in two lines, each consists of eight people. In the front line, chief of the tribe leads while beating the tifa, singing the traditional song in their language. Besides tifa, the performers also blow tahuri, a traditional instrument made out o a special shell. The dancers using machetes and spears as property in their routines. This dances will be performed in the special occasions, for instance in Kataloka Festival. 

Comments

    No comments